Baja terbaik, api terpanas dan pengorbanan


Baja terbaik harus melewati api terpanas. Bersedia dipanaskan dan dikeraskan untuk memenuhi tuntutan fungsi seperti harus keras, tahan gesekan atau beban kerja yang berat.
Kalau kita ibaratkan baja itu manusia, dan proses pengerasannya itu sebagai cobaan/ujian, maka semoga segala fisik dan mental yang telah diuji dengan berbagai cobaan pun tumbuh jadi fisik dan mental terbaik.
Macam-macam emosi datang singgah di kepala. Tapi Alhamdulillaah, rasa syukur masih terus tumbuh lebih kuat. Melihat santri, melihat lingkungan, melihat semua nikmat yang masih ada. 
Masih perlu banyak usaha, do'a dan ikhtiar. 
Perlu ada pengorbanan yang dilakukan untuk mewujudkan suatu sistem yang lebih baik. Perlu dada yang lebih lapang untuk menghadapi ketidaksetujuan yang muncul. Perlu lebih rendah, labjh banyak dan lebih lama sujud dan doa yang dilangitkan. Bismillaah, Insyaallah Allaah mudahkan.