Hukum-an santri


"Ustadzah, kenapa anak ini dipukul?"

Pertanyaan dari orangtua ini mungkin sudah 5 atau 6 kali mampir di telinga saya. Alhamdulillaah, sejauh yang saya temui, masih bisa saya jelaskan dengan baik hingga mereka paham. Alhamdulillaah.
Tetapi dari proses hingga paham itu ada moment di mana orang tua menekankan pertanyaan "kenapa harus sampai pukul?" 

Pertanyaan yang mungkin akan jarang dijumpai di zaman yang lalu-lalu.
Yang ingin saya bahas di sini adalah, bagaimana kita sebagai pengasuh harus pandai dalam menjaankan peran sebagai seorang pendidik. Sebagai seseorang yang punya hak dalam membuat peraturan dalam asrama.

Memang kita telah membuat peraturan. Tapi kita tidak bisa ujug-ujug langsung memukul santri tanpa kita tidak pernah menegur, mengingatkan, atau menasihati mereka.
Apalagi yang dipukul adalah orang yang tidak tau tentang peraturan tersebut. 
Kecuali memang saat pemberitahuan peraturan, langsung kita beritahu bahwa, siapapun yang melanggar peraturan ini, akan langsung mendapat sanksi.
Tapi sekali lagi....

"Tidak ada hukum bagi orang yang tidak tau"

Apa yang sudah berlalu, tidak bisa kita hukumi karena mereka tidak tau. Maka yang seharusnya kita lakukan setelah sesuatu terjadi adalah diberitahu dulu, dikasih peringatan, barulah dipukul.

Nah, ini? Sudahlah mereka tidak tau sosialisasi peraturan, tidak dikasih tau, tidak diperingati, tidak pernah ditegur, eh langsung saja dipukul. 
Aduh, bisa-bisa di jerat hukum kita di jaman yang sekarang pukulan guru bukan lagi emas pendidikan.

Wallaahu a'alam.✅✔️☑️